Kartu konsep
Satu layar per keterampilan: inti konsep, contoh singkat, dan jebakan yang sering membuat salah. Baca saat pembahasan menunjukkan kamu lemah di bagian itu.
Verbal
Analogi
Cari hubungan pasangan kata pertama, ubah menjadi satu kalimat, lalu uji kalimat yang sama ke setiap pilihan.
- Buat kalimat penghubung yang spesifik, mis. "A adalah alat yang dipakai B untuk bekerja".
- Perhatikan urutan: "alat : pelaku" tidak sama dengan "pelaku : alat".
- Bila lebih dari satu pilihan cocok, perketat kalimatnya sampai tersisa satu.
Contoh: KOMPAS : NAVIGASI = ...
- Kalimat: kompas adalah alat untuk melakukan navigasi.
- Uji: termometer adalah alat untuk mengukur suhu → cocok.
- Jawaban: TERMOMETER : PENGUKURAN SUHU.
Jebakan: Memilih pasangan yang sekadar "berhubungan" (satu tema) padahal jenis hubungannya berbeda.
Verbal
Memahami bacaan
Jawaban harus didukung teks, bukan pengetahuan umum atau pendapat pribadi. Baca pertanyaan dulu, lalu cari bagian bacaan yang relevan.
- Ide pokok biasanya di kalimat pertama atau terakhir paragraf.
- Kata mutlak seperti "selalu", "semua", "tidak pernah" sering menandai pilihan yang salah.
- Pertanyaan "tersirat" tetap harus bisa ditunjukkan dasarnya di teks.
Contoh: Bacaan: "Sebagian besar kota pesisir mulai membangun tanggul." Pernyataan mana yang didukung?
- "Semua kota pesisir membangun tanggul" → terlalu luas (teks: sebagian besar).
- "Ada kota pesisir yang membangun tanggul" → didukung teks.
- Pilih pernyataan yang paling sempit namun pasti benar.
Jebakan: Memilih pernyataan yang benar di dunia nyata tetapi tidak disebut atau tidak didukung bacaan.
Kuantitatif
Aritmetika & persentase
Kebanyakan soal hitungan selesai dengan menulis besaran dengan rapi, menghitung bertahap, dan memeriksa satuan.
- Naik a% lalu turun b% tidak sama dengan berubah (a − b)%. Kalikan faktornya: (1 + a/100)(1 − b/100).
- Tarif bertingkat dihitung per jenjang, lalu dijumlahkan.
- Sebelum menghitung detail, perkirakan dulu besarnya untuk mencoret pilihan yang mustahil.
Contoh: Harga naik 20%, lalu turun 20%. Berapa perubahan akhirnya?
- Faktor: 1,2 × 0,8 = 0,96.
- Harga akhir 96% dari harga awal.
- Jadi turun 4%, bukan tetap.
Jebakan: Menjumlahkan persentase begitu saja, atau lupa biaya tetap yang disebut di akhir soal.
Kuantitatif
Aljabar
Terjemahkan kalimat menjadi persamaan dengan satu variabel yang jelas, lalu selesaikan. Sering lebih cepat menguji pilihan jawaban.
- Tulis dulu apa yang dimisalkan, mis. "x = umur adik sekarang".
- Kerjakan operasi yang sama di kedua ruas persamaan.
- Bila pilihan berupa angka, substitusikan pilihan ke soal untuk mengecek.
Contoh: Tiga kali suatu bilangan dikurangi 7 sama dengan 20. Berapa bilangannya?
- 3x − 7 = 20
- 3x = 27
- x = 9; cek: 3 × 9 − 7 = 20 ✓
Jebakan: Salah tanda saat memindahkan suku ke ruas lain.
Kuantitatif
Membaca grafik & tabel
Pahami dulu apa yang diukur sumbu dan satuannya, baru baca angka. Pertanyaan sering meminta selisih, rasio, atau persentase perubahan.
- Baca judul, label sumbu, dan satuan (ribu? juta? persen?).
- Persentase perubahan = (baru − lama) ÷ lama × 100%.
- Kenaikan terbesar dalam angka belum tentu kenaikan terbesar dalam persen.
Contoh: Penjualan naik dari 40 ke 50 unit. Berapa persen kenaikannya?
- Selisih: 50 − 40 = 10.
- 10 ÷ 40 = 0,25.
- Kenaikan 25% (bukan 20%).
Jebakan: Membagi dengan nilai baru, bukan nilai lama, saat menghitung persentase perubahan.
Kuantitatif
Deret angka
Cari pola dengan melihat selisih antarsuku. Bila selisihnya belum berpola, lihat selisih tingkat kedua, rasio, atau dua deret yang berselang-seling.
- Selisih tetap → deret aritmetika. Rasio tetap → deret geometri.
- Selisih yang membentuk pola sendiri (2, 4, 6, ...) → selisih tingkat dua.
- Suku ganjil dan genap bisa mengikuti dua pola yang berbeda.
Contoh: 3, 5, 9, 15, 23, ...
- Selisih: 2, 4, 6, 8.
- Selisih berikutnya 10.
- Suku berikutnya 23 + 10 = 33.
Jebakan: Berhenti di pola pertama yang "terlihat cocok" tanpa mengecek ke semua suku.
Penalaran
Silogisme
Kesimpulan hanya boleh diambil dari premis, bukan dari pengetahuan umum. Gambarkan himpunannya bila ragu.
- "Semua A adalah B" dan "Semua B adalah C" → "Semua A adalah C".
- "Sebagian A adalah B" tidak bisa dibalik menjadi "semua".
- Bila premis tidak cukup, jawabannya "tidak dapat disimpulkan".
Contoh: Semua peserta latihan membawa kartu. Sebagian pembawa kartu datang pagi. Kesimpulan?
- Yang datang pagi hanya sebagian pembawa kartu, belum tentu peserta latihan.
- "Sebagian peserta latihan datang pagi" tidak pasti.
- Kesimpulan yang pasti: tidak ada yang bisa disimpulkan tentang peserta yang datang pagi.
Jebakan: Memilih kesimpulan yang terdengar masuk akal di dunia nyata, padahal tidak mengikuti premis.
Penalaran
Logika kondisional (jika–maka)
Dari "jika P maka Q", yang setara hanya "jika tidak Q maka tidak P" (kontraposisi).
- Modus ponens: P benar → Q benar.
- Modus tollens: Q salah → P salah.
- "Q benar" tidak berarti P benar, dan "P salah" tidak berarti Q salah.
Contoh: Jika hujan, jalan basah. Jalan tidak basah. Kesimpulan?
- Bentuk: jika P maka Q; tidak Q.
- Modus tollens: tidak P.
- Jadi tidak hujan.
Jebakan: Membalik kondisi: "jalan basah, berarti hujan" (bisa saja karena disiram).
Penalaran
Penalaran analitik
Ubah aturan menjadi catatan singkat, buat tabel atau diagram, lalu isi dari aturan yang paling mengikat.
- Tulis setiap aturan dengan simbol singkat (A < B, C bukan di posisi 1).
- Mulai dari aturan yang paling membatasi pilihan.
- Untuk pertanyaan "mana yang mungkin", coret pilihan yang melanggar satu aturan saja.
Contoh: Dina, Eko, Fajar, dan Gita antre. Dina di depan Eko, Fajar paling belakang. Siapa yang tidak mungkin di posisi 1?
- Fajar pasti di posisi 4.
- Eko selalu di belakang Dina, jadi Eko tidak mungkin di posisi 1.
- Posisi 1 bisa Dina atau Gita. Jawaban: Eko (dan Fajar).
Jebakan: Mengerjakan di kepala tanpa tabel sehingga satu aturan terlewat.
Bahasa Inggris
Structure
Kalimat lengkap butuh subjek dan kata kerja utama. Mulai dengan mencari keduanya, lalu periksa apa yang kurang di bagian rumpang.
- Setiap klausa punya satu subjek dan satu kata kerja terkonjugasi.
- Kata hubung (because, although, which) membuat klausa baru yang juga butuh subjek dan kata kerja.
- Perhatikan bentuk paralel: "to read, to write, and to speak".
Contoh: The report ___ on Monday was very detailed.
- Kata kerja utama sudah ada: "was".
- Rumpang butuh penjelas "report", bukan kata kerja kedua.
- Jawaban: "submitted" (reduced relative clause), bukan "was submitted".
Jebakan: Memilih pilihan yang menambah kata kerja kedua sehingga kalimat punya dua predikat.
Bahasa Inggris
Written Expression
Satu bagian yang digarisbawahi salah. Periksa kesesuaian subjek–kata kerja, bentuk kata, tenses, dan paralelisme.
- Subjek tunggal → kata kerja tunggal, walau ada frasa panjang di antaranya.
- Bentuk kata: adjective menerangkan noun, adverb menerangkan verb.
- Cek bentuk paralel dalam daftar dan perbandingan.
Contoh: The results of the survey was surprising to many researchers.
- Subjek inti: "results" (jamak), bukan "survey".
- Kata kerja harus jamak: "were".
- Bagian yang salah: "was".
Jebakan: Menyamakan kata kerja dengan kata benda terdekat ("survey"), bukan subjek intinya.